29/08/09

TEKNIS BUDIDAYA SAPI POTONG
DENGAN NUTRISI ORGANIK

I. Pendahuluan.

Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola tradisional dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh besarnya investasi jika dilakukan secara besar dan modern, dengan skala usaha kecilpun akan mendapatkan keuntungan yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya modern. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu budidaya penggemukan sapi potong baik untuk skala usaha besar maupun kecil.

II. Penggemukan
Penggemukan sapi potong adalah pemeliharaan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan).
Beberapa hal yang berkaitan dengan usaha penggemukan sapi potong adalah :

1. Jenis-jenis Sapi Potong.
Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :

A. Sapi Bali.
Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.

B. Sapi Ongole.
Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.

C. Sapi Brahman.
Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.

D. Sapi Madura.
Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.

E. Sapi Limousin.
Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik

2. Pemilihan Bakalan.
Bakalan merupakan faktor yang penting, karena sangat menentukan hasil akhir usaha penggemukan.
Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman. Ciri-ciri bakalan yang baik adalah :

- Berumur di atas 2,5 tahun.
- Jenis kelamin jantan.
- Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm.
- Tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit).
- Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.
- Kotoran normal

III. Tatalaksana Pemeliharaan.
3.1. Perkandangan.
Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.

3.2. Pakan.
Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.
Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan. Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi.

Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan.

Oleh karena itu PT. NATURAL NUSANTARA membantu peternak dengan mengeluarkan produk suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus, POC NASA, dan HORMONIK.

Produk ini menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh sapi, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.
VITERNA Plus mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :

- Mineral-mineral sebagai penyusun tulang, darah
dan berperan dalam sintesis enzim, yaitu N, P, K,
Ca, Mg, Cl dan lain-lain.
- Asam-asam amino, yaitu Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein, pembentuk sel dan organ tubuh.
- Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit.
- Asam - asam organik essensial, diantaranya asam propionat, asam asetat dan asam butirat.

POC NASA mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan sapi, ketahanan tubuh, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran.

Sedangkan HORMONIK berfungsi membantu memacu dan meningkatkan bobot ternak sapi.

Cara Praktis Aplikasi Produk
1. Larutkan 1 botol VITERNA Plus (500cc) dan POC NASA (500 cc) dalam 1 wadah khusus. Aduk/kocok hingga merata kemudian tambahkan dalam larutan tersebut 20 cc atau 2 tutup HORMONIK. Kembali aduk hingga merata.

2. Berikan kepada ternak sapi dengan dosis 10 cc/ekor dengan interval 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan cara dicampurkan dalam pakan konsentrat atau air minum.

3.3. Pengendalian Penyakit.
Dalam pengendalian penyakit, yang lebih utama dilakukan adalah pencegahan penyakit daripada pengobatan, karena penggunaan obat akan menambah biaya produksi dan tidak terjaminnya keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi adalah :

a. Pemanfaatan kandang karantina. Sapi bakalan yang baru hendaknya dikarantina pada suatu kandang terpisah, dengan tujuan untuk memonitor adanya gejala penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat proses pembelian. Disamping itu juga untuk adaptasi sapi terhadap lingkungan yang baru. Pada waktu sapi dikarantina, sebaiknya diberi obat cacing karena berdasarkan penelitian sebagian besar sapi di Indonesia (terutama sapi rakyat) mengalami cacingan. Penyakit ini memang tidak mematikan, tetapi akan mengurangi kecepatan pertambahan berat badan ketika digemukkan. Waktu mengkarantina sapi adalah satu minggu untuk sapi yang sehat dan pada sapi yang sakit baru dikeluarkan setelah sapi sehat. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit agar tidak menular kepada sapi lain yang sehat.

b. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya. Sapi yang digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran yang banyak karena mendapatkan pakan yang mencukupi, sehingga pembuangan kotoran harus dilakukan setiap saat jika kandang mulai kotor untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.

c. Vaksinasi untuk bakalan baru. Pemberian vaksin cukup dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina. Vaksinasi yang penting dilakukan adalah vaksinasi Anthrax.
Beberapa jenis penyakit yang dapat meyerang sapi potong adalah cacingan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kembung (Bloat) dan lain-lain.

IV. Produksi Daging.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi daging adalah
1. Pakan.
Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging. Perlakuan pakan dengan NPB akan meningkatkan daya cerna pakan terutama terhadap pakan yang berkualitas rendah sedangkan pemberian VITERNA Plus memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak sehingga sapi akan tumbuh lebih cepat dan sehat.

2. Faktor Genetik.
Ternak dengan kualitas genetik yang baik akan tumbuh dengan baik/cepat sehingga produksi daging menjadi lebih tinggi.

3. Jenis Kelamin.
Ternak jantan tumbuh lebih cepat daripada ternak betina, sehingga pada umur yang sama, ternak jantan mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar.

4. Manajemen.
Pemeliharaan dengan manajemen yang baik membuat sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging, sehingga masa penggemukan menjadi lebih singkat.
Sinar Tani - Membangun Kemandirian Agribisnis Sorotan


Triliunan Rupiah di Bisnis Sapi Potong
Potensi pemasaran sapi hidup di Indonesia pada tahun 2009 sebanyak 2.957.850 ekor atau senilai Rp 23,81 triliun, dan pada tahun 2010 sebanyak 3.293.000 ekor atau senilai Rp 26,51 triliun.

”Sebanyak 23% dari pasar sapi tersebut berasal dari sapi impor sehingga diperkirakan pada tahun 2009 nilai pasar sapi impor sebesar Rp 5,476 triliun dan pada tahun 2010 nilainya akan mencapai Rp 6,097 triliun,” kata Evi Susanti, Direktur PT Global Livestock Cattle (GLC) di Medan Sumatera Utara.

Besarnya bisnis di agribisnis sapi potong itulah yang mendorong PT GLC terjun di bisnis ini (baca juga Dari Sumatera Memasok Pasar Sapi Terbesar). Perusahaan yang bermitra dengan PT GLC Australia ini sudah mendapat jaminan pasokan sapi bakalan dari Australia minimal 120 ekor/tahun.

CEO GLC Australia I Al Jubaidi mengatakan perusahaannya bukan hanya siap memasok sapi bakalan ke Indonesia, namun juga melakukan transfer teknologi pembibitan. ”Dalam banyak hal SDM menjadi faktor kunci untuk bisa mengembangkan pembibitan sapi,” katanya kepada Sinar Tani.

Al Jubaidi menambahkan perusahaannya berkomitmen dan mendukung penuh dalam mewujudkan industri peternakan terpadu di Medan. “Banyak yang bisa dikerjasamakan, seperti teknologi menghasilkan bibit unggul, manajemen dan pengelolaannya, serta membangun kemitraan dengan peternak lokal. “Pengalaman kami selama ini bisa untuk meningkatkan kesejahteraan peternak di Indonesia,” tuturnya.

Perusahaan GLC Australia memiliki areal peternakan dengan luas lahan 2 ribu ha di Australia. “Kami menjamin akan mengirimkan sapi bakalan secara kontinyu sehingga perusahaan GLC di Medan bisa tumbuh dan berkembang dalam menyediakan daging,” katanya.

Datok Dato Muhammad Syafei Political Secretary Ministri Agriculture Malaysia mengatakan perjanjian kerjasama dua negara serumpun di Asia akan bisa mengeratkan kembali kerjasama. “Usaha kerjasama ini dapat dieratkan dan membantu perusahaan Malaysia untuk berusaha keluar. Terima kasih karena telah memberikan ruang untuk berusaha di Indonesia,” tuturnya.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip
SAHAM dan BUMP SOLUSI PENINGKATAN KEMITRAAN
Pengalaman PT Pertani : PERDA MANDIRI BENIH MENYULITKAN PEREDARAN BENIH
Pengalaman PT BISI : TIAP KAWASAN CUKUP DIKEMBANGKAN SATU JENIS KOMODITI
Pengalaman PT Sang Hyang Seri : MELAYANI 3.650 KIOS
Pengalaman PT EWSI : Membangun Koperasi Tani Syariah, untuk Mengatasi Perilaku Konsumtif
Arsip Lainnya...
Depan Sorotan Nasional Nusantara Berita Agriwacana Editorial Saung Tani Kolom Mimbar Penyuluhan SMS Cangkul Dinamika Kontak Tani Kontak Tani Menjawab Peluang Usaha Kebun Ikan Buah dan Sayur Pangan Saprodi Ternak Bumi dan Air Profil Lumbung Pasca Panen Potensi Harga Komoditi Agro Inovasi Budidaya Olahan Pasar Agri Penyuluh Varia Antar Penyuluh Iptek Proteksi Litbang Mancanegara Agriprosesing Tips dan Santai
© 2008 Sinar Tani Online. All rights reservedKetentuan | Redaksi | Peta Situs | Iklan | Kontak
BETERNAK dan BISNIS SAPI POTONG

Bisnis peternakan sapi potong di Indonesia telah lama dikenal masyarakat. Agar bisnis ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan bebrapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak sapi potong, antara lain :
1. Seleksi Bibit
a. Pejantan : Seleksi menyangkut kesehatan fisik, kualitas semen dan kapasitas servis.

b. Betina : Seleksi menyangkut kondisi fisik dan kesehatan, kemiringan vulva tidak terlalu keatas, mempunyai puting 4 buah, bentuk ambing relatif besar dengan bentuk yang simetris.
2. Pakan
Pakan untuk ternak sapi potong dapat berupa Hijauan (rumput, kacang-kacangan dan limbah pertanian), konsentrat (dedak padi, onggok, ampas tahu) dan makanan tambahan (vitamin, mineral dan urea.).
Secara umum jumlah makanan yang diberikan untuk seekor sapi setiap hari adalah sebagai berikut : – Hijauan : 35 – 47 Kg, atau bervariasi menurut berat dan besar badan.
- Konsentrat : 2 – 5 kg
- Pakan tambahan : 30 – 50 gr.
3. Kandang
a. Syarat Kandang
- Bahan kandang dari kayu/ bambu serta kuat
-Letak kandang terpisah dari rumah dan jaraknya cukup jauh
-Lantai dari semen/tanah yang dipadatkan, dan harus dibuat lebih tinggi dari tanah sekitarnya.
-Ventilasi udara dalam kandang harus baik.
- Drainase di dalam dan luar kandang harus baik.
b. Ukuran kandang
- Sapi betina dewasa 1,5 X 2 m/ekor
-Sapi jantan dewasa 1,8 X 2 m/ekor
-Anak sapi 1,5 X 2 m/ekorS
4. Sistem Perkawinan
a. Hand Mating
Kawin alam yang teratur dimana sapi betina birahi dibawa ke tempat pejantan untuk dikawinkan atau di IB.
b. Pasture Mating Jantan dan betina kawin alam di padang pengembalaan
c. Mengetahui Tanda Birahi
tanda-tanda birahi yaitu ; selalu gelisah, mencoba menaiki sapi lain, vulva membesar dan kemerahan serta keluar cairan lendir, nafsu makan menurun.
d. Mengetahui Tanda-tanda Melahirkan
Tanda melahirkan seperti urat daging sekitar vulva mengendor, dikiri kanan pangkal ekorkelihatan legok, ambing membesar dan tampak tegang, sapi gelisah dll.
5. Kesehatan Hewan
Tindak pencegahan :
a. Hindari kontak dengan ternak sakit
b. Kandang selalu bersih c. Isolasi sapi yang di duga kena penyakit agar tidak menular ke sapi yang lain
d. Mengadakan tes kesehatan, khususnya penyakit Brucellosis dan Tuberculosis.
e. Desinfektan kandang dan peralatan
f. Vaksinasi teratur.

Perhitungan Bisnis

Perkiraan analisis budidaya sapi potong kereman setahun di Bangli skala 25
ekor pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:
1) Biaya Produksi
a. Pembelian 25 ekor bakalan : 25 x 250 kg x Rp. 7.800,- Rp. 48.750.000,-
b. Kandang Rp. 1.000.000,-
c. Pakan
- Hijauan: 25 x 35 kg x Rp.37,50 x 365 hari Rp. 12.000.000,-
- Konsentrat: 25 x 2kg x Rp. 410,- x 365 hari Rp. 7.482.500,-
d. Retribusi kesehatan ternak: 25 x Rp. 3.000,- Rp. 75.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 69.307.500,-
2) Pendapatan :
a. Penjualan sapi kereman
Tambahan berat badan: 25 x 365 x 0,8 kg = 7.300 kg
Berat sapi setelah setahu: (25 x 250 kg) + 7.300 kg = 13.550 kg
Harga jual sapi hidup: Rp. 8.200,-/kg x 13.550 kg Rp. 111.110.000,-
b. Penjualan kotoran basah: 25 x 365 x 10 kg x Rp. 12,- Rp. 1.095.000,-
Jumlah Pendapatan Rp. 112.205.000,-
3) Keuntungan
Tanpa memperhitungkan biaya tenaga internal keuntungan
Penggemukan 25 ekor sapi selama setahun. Rp. 42.897.500,-
4) Parameter kelayakan bisnis
a. B/C ratio = 1,61

18/08/09


Kepala Dinas



Kepala Dinas mempunyai tugas memimpin, mengendalikan, dan mengawasi, serta mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam menyelenggarakan sebagian kewenangan Provinsi (desentralisasi) dalam bidang peternakan dan kesehatan hewan, tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang diberikan Pemerintah kepada Gubernur, serta tugas lain sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Kepala Dinas mempunyai fungsi :
Perumusan kebijaksanaan, pengaturan, perencanaan,dan penetapan standar pedoman ;
Penyediaan dukungan kerjasama antar Kabupaten/Kota dan pengendalian penyakit peternakan ;
Pengembangan kemampuan teknis sumberdaya manusia dalam bidang peternakan ;
Promosi eksport komoditas peternakan unggulan daerah Provinsi ;
Penyediaan dukungan pengendalian eradikasi, hama dan penyakit hewan atau ternak;
Pengaturan dan pelaksanaan penanggulangan wabah hama dan penyakit menular serta pelaksanaan penyidikan penyakit peternakan ;
Pemantauan, peramalan, dan pengendalian serta penanggulangan penyakit peternakan ;
Pembinaan, pengendalian, pengawasan dan koordinasi.

Sekretariat

Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pemantauan, pengendalian dan koordinasi dalam bidang perencanaan, keuangan, personalia dan umum.Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, Sekretariat mempunyai fungsi :
Penyiapan bahan pembinaan, pemantaun, pengendalian, dan koordinasi penyusunan program, penyajian data statistik dan analisis, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program;
Penyiapan bahan pembinaan, pemantaun, pengendalian, dan koordinasi pengelolaan administrasi keuangan;
Penyiapan bahan pembinaan, pemantaun, pengendalian, dan koordinasi pengelolaan administrasi kepegawaian, rumah tangga dinas, perlengkapan, tatalaksana, hubungan masyarakat dan hukum,.
Sekretariat, terdiri dari :
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ;
Sub Bagian Keuangan; dan
Sub Bagian Perencanaan.Masing-masing sub bagian pada Sekretariat dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.
Subbagian Umum Dan Kepegawaian
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian dan koordinasi pengelolaan administrasi kepegawaian, rumah tangga dinas, perlengkapan, pelaksanaan, hubungan masyarakat dan hukum. Penjabaran tugas Sub Bagian Umum dan Kepegawaian adalah sebagai berikut :
Melaksanakan penyusunan formasi pegawai, meliputi formasi kebutuhan, kenaikan pangkat, perbantuan/perpindahan wilayah pembayar gaji dan pensiun karena telah mencapai batas usia;
Melaksanakan penyelesaian mutasi pegawai, meliputi peningkatan status, pengangkatan dalam pangkat, pengangkatan dalam jabatan, penyesuaian ijazah, peninjauan masa kerja, pemberhentian sementara, pemberhentian dan pensiun;
Melaksanakan pelayanan penyelesaian Kartu Pegawai, Kartu Istri, Kartu Suami, Askes, Taspen, Cuti, Kenaikan Gaji Berkala, penyelesaian angka kredit jabatan fungsional, dan pemberian penghargaan;
Membina dan mengembangkan kinerja pegawai;
Melaksanakan urusan surat yang masuk dan keluar, pengembalian, pengiriman, pencatatan, penarikan dan pengendalian serta penyusunan arsip;
Mengatur penyediaan alat tulis kantor;
Mengatur operator telpon, faxsimile, perpustakaan, pramu tamu Kepala Dinas serta pengemudi kendaraan dinas;
Menyelenggarakan administrasi barang inventaris, rencana kebutuhan, pengadaan penomoran inventaris, penyimpanan, penggunaan perawatan serta inventaris ruangan sampai penghapusan inventaris;
Menyelenggarakan urusan Rumah Tangga Dinas, kebersihan dan perawatan kantor, pengaturan penggunaan ruang rapat, rumah dinas, kendaraan dinas termasuk dokumen dan perpanjangan STNK;
Menyiapkan bahan dan menyusun organisasi dan tata laksana dinas;
Melaksanakan urusan keprotokolan, humas, dokumentasi dan perpustakaan; dan
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Subbagian Keuangan
Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, pemantauan, pengendalian, dan koordinasi pengelolaan administrasi Keuangan. Penjabaran tugas Sub Bagian Keuangan adalah sebagai berikut :
Melaksanakan Penyiapan bahan dan menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Dinas baik rutin maupun pembangunan;
Menyusun pembukuan dan perhitungan anggaran;
Melaksanakan verifikasi terhadap bukti pengeluaran / surat pertanggung jawaban keuangan;
Melaksanakan penyiapan bahan dan penyelenggaraan pembinaan administrasi keuangan dan perbendaharaan;
Memproses usul pengangkatan/pemberhentian Pimpinan pelaksana, Atasan Langsung Bendaharawan, Bendaharawan Pemegang Uang Muka Kerja;
Menghimpun dan mengklarifikasi laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) serta memantau Penyelesaian Tindak Lanjut LHP;
Menghimpun Rencana PAD/PNBP dan memantau serta menyiapkan Laporan Realisasi Pencapaian PAD/PNBP; dan
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Subbagian Perencanaan
Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi pengumpulan, pengolahan dan penyusunan publikasi data dan informasi, koordinasi dan penyusunan program/kegiatan pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program bidang peternakan dan kesehatan hewan. Penjabaran tugas Sub Bagian Perencanaan adalah sebagai berikut :
Mengkoordinasi pengumpulan data dan informasi bidang peternakan dan kesehatan hewan;
Melaksanakan analisis data populasi, produksi dan konsumsi produk peternakan;
Mengkoordinasi penyusunan publikasi data dan informasi pembangunan peternakan dan kesehatan hewan serta penyelenggaraan teknologi informasi;
Mengkoordinasikan penyusunan program dan kegiatan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan;
Mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan usulan kegiatan, baik yang dibiayai APBD Provinsi ataupun APBN;
Melaksanakan pemantauan dan pengendalian pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan peternakan;
Penyiapan bahan laporan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan;
Menghimpun dan menyusun laporan kegiatan (bulanan, triwulan, tahunan), laporan evaluasi kinerja, laporan tahunan.

Bidang Bina Produksi Ternak



Bidang Bina Produksi Ternak
Bidang Bina Produksi Ternak mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi dibidang pembinaan produksi peternakan dan ketahanan pangan produk hewani. Bidang Produksi Ternak dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, bidang produksi ternak mempunyai fungsi sebagai berikut :
Pembinaan produksi, peredaraan, penggunaan bibit dan mutu ternak
Pembinaan produksi, peredaran dan penggunaan pakan ternak
Pembinaan produksi, peredaraan dan penggunaan alat mutu peternakan dan teknologi.
Bidang Bina Produksi Ternak, terdiri dari :1. Seksi Bibit ;2. Seksi Pakan Ternak ;3. Seksi Alat Mesin dan Teknologi.Masing-masing pada Bidang Bina Produksi Ternak dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Bina Produksi Ternak.

Seksi Bibit
Seksi Bibit mempunyai tugas pembinaan produksi, peredaran, penggunaan bibit dan mutu ternak. Penjabaran tugas Seksi Bibit adalah sebagai berikut :
Menyiapkan bahan pembinaan, identifikasi wilayah sumber bibit ternak dan ternak bibit ;
Menyiapkan bahan pembinaan produksi ternak bibit ;
Menyiapkan bahan pembinaan kegiatan bahan Inseminasi Buatan ;
Menyiapkan bahan pembinaan uji lapangan, penerapan dan pengembangan teknologi anjuran dibidang peternakan yang berkaitan dengan pembibitan ;
Menyiapkan bahan pembinaan pengembangan produksi, rekayasa penggunaan alat dan mesin yang berkaitan dengan pembibitan ;
Menyiapkan bahan penerbitan surat kewenagan sebagai petugas Inseminasi Butan, pemeriksaan kebuntingan dan embryo transfer ;
Membuat pedoman standarisasi mutu ternak
Melaksanakan monitoring dan evaluasi

Seksi Pakan TernakSeksi Pakan Ternak mempunyai tugas pembinaan produksi, peredaraan dan penggunaan pakan ternak. Penjabaran tugas Seksi Pakan Ternak sebagai berikut :
Menyiapkan bahan pembinaan pengawasan perusahaan produksi pakan ternak dan peredaraannya ;
Menyiapkan bahan pembinaan pengembangan produksi, rekayasa dan penmggunaan alat dan mesin serta pengawasan penggunaan pakan ternak ;
Menyiapkan bahan pembinaan uji lapangan, penerapan dan pengembangan teknologi anjuran dibidang peternakan yang berkaitan dengan pakan ;
Menyiapkan bahan pembinaan penetapan penyusunan ransum untuk berbagai jenis ternak ;
Menginventarisasi bahan baku pakan ternak ;
Melaksanakan monitoring dan evaluasi,
Seksi Alat Mesin Dan TeknologiSeksi Alat Mesin dan Teknologi mempunyai tugas pembinaan alat dan mesin serta teknologi yang berkaitan dengan rekayasa produksi, peredaraan dan pengunaannya dibidang peternakan dan ketahanan pangan produk hewani. Penjabaran tugas Seksi Alat Mesin dan Teknologi adalah sebagai berikut :
Menyiapkan bahan pembinaan rekayasa, produksi, peredaraan dan pengembangan alat dan mesin peternakan ;
Menyiapkan bahan pembinaan rekayasa, produksi, peredaraan dan pengembangan teknologi peternakan ;
Menyiapkan bahan pembinaan penggunaan alat dan mesin serta teknologi peternakan ;
Menginventarisasi bahan rekayasa, produksi dan penggunaan alat mesin dan teknologi peternakan ;
Melaksanakan monitoring dan evaluasi

Bidang Pengembangan Ternak



Bidang Pengembangan Ternak
Bidang Pengembangan Ternak mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi dibidang pengembangan ternak. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana hal diatas, bidang pengembangan ternak mempunyai fungsi sebagai berikut :
Penataan wilayah penyebaran dan pengembangan ternak ;
Pembinaan penyiapan sarana penyelenggaraan pengembangan ternak ;

Pembinaan penyebaran ternak.
Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya Bidang Pengembangan Ternak didukung oleh 3 seksi yaitu :1. Seksi Penataan Wilayah ;2. Seksi Sarana Penyebaran dan Pengembangan Ternak ;3. Seksi Penyebaran dan Pengelolaan Ternak.
Seksi Penataan WilayahSeksi Penataan Wilayah mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :a. Penetapan peta potensi wilayah provinsi ;b. Penetapan dan pengawasan kawasan peternakan wilayah provinsi ;c. Melaksanakan analisis potensi wilayah dan tata ruang kawasan peternakan ;d. Penerapan pedoman penetapan padang penggembalaan ;e. Menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan identifikasi wilayah dan peternak ;f. Melaksanakan identifikasi dan penetapan wilayah dan ternak aset Provinsi.
Seksi Sarana Penyebaran Dan Pengembangan Ternak
Seksi Sarana Penyebaran dan Pengembangan Ternak mempunyai tugas dan fungsi adalah sebagai berikut :
Penerapan dan pengawasan pelaksanaan kebijakan dan pedoman penyebaran dan pengembangan peternakan wilayah Provinsi ;
Menyiapkan bahan pembinaan penyiapan sarana penyebaran dan pengembangan ternak
Melaksanakan penyiapan sarana penyebaran dan pengembangan ternak aset Provinsi;
Menyiapkan pola penyebaran dan pengembangan peternakan terintegrasi dengan sub sektor lain.
Seksi Penyebaran dan Pengelolaan Ternak Seksi Penyebaran Dan Pengelolaan Ternak mempunyai tugas dan fungsi adalah sebagai berikut :
Menyiapkan bahan pembinaan pengadministrasian gaduhan dan bagi hasil ternak ;
Monitoring dan evaluasi penyebaran dan pengembangan ternak aset pemerintah ;
Melaksanakan penyebaran ternak aset provinsi ;
Melaksanakan distribusi dan redistribusi serta seleksi ternak aset Provinsi